Minggu, 03 April 2011

Hargai Apa Yang Kita Miliki


Pernahkah teman-teman mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan. Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:
"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara! Sekarang, coba teman-teman bayangkan sejenak.... teman-teman menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri teman-teman melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu teman-teman tidak bisa melihat indahnya dunia, tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan teman-teman tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan! Bagaimana? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja? Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.

Ya! Kemewahan untuk orang lain! Coba teman-teman renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya. Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Senin, 28 Maret 2011

Tentang Cinta... Part III

Cinta kerjaan hati bukan logika, hati adalah raja manusia, hati bisa ditikam dengan nafsu, tapi raja juga punya penasehat untuk memutuskan, hati manusia pun punya penasehat yaitu pikiran.
Ada kata bijak dari sebuah buku: Terkadang mencintai ato menyukai seseorang tak hanya butuh keberanian untuk mengungkapkan tapi juga butuh ketakutan paling tidak kita punya pijakan untuk berpikir….
Ketakutan karena belum ada keyakinan. Tapi jangan memaksakan keyakinan. Keyakinan hadir dari hati yang bersih. Percayalah, cinta akan datang pada setiap manusia kalau sudah saatnya. Dan cinta itu akan menjadi indah kalau ada keyakinan, mintalah cinta kepada yang memberi keyakinan pasti semuanya akan mudah.
Cinta adalah anugerah Tuhan yang perlu disyukuri, dunia tidak akan menjadi lebih indah jika tidak ada ruang untuk cinta. Mencintai dan dicintai meski kadangkala hubungan kita dengan pasangan menyebabkan stress, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa cinta, Stress kita akan berkali lipat.
Cinta adalah dorongan yang lebih kuat dari pada apapun. Cinta tidak kasat mata, tidak dapat dilihat atau diukur tetapi cukup kuat untuk mengubah anda dalam sekejap. Cinta tidak Buta justru sebaliknya orang yang mengalaminya yang BUTA karena dia salah menempatkan cinta ditempat yang salah.

Renungan tentang cinta…
Kenapa kita menutup mata, ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah, di dunia TIDAK TERLIHAT. Kita semua agak aneh dan hidup sendiri juga agak aneh. Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan, Tapi ingatlah melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba, Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
CINTA yang AGUNG, adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata: “Aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali mengepakkan sayapnya dan terbang ke alam bebas. Ingatlah… bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya.
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat.
Mencintai bukan lah bagaimana kamu MELUPAKAN melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN, bukan lah bagaimana kamu MENDENGARKAN. melainkan bagaimana kamu MENGERTI, bukan lah apa yang kamu LIHAT melainkan apa yang kamu RASAKAN, bukan lah bagaimana kamu MELEPASKAN melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang, Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri. Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. Tapi apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia. Dan Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu dan itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ”yang tersedia“.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada disekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan “seseorang“. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.